Kamis, 05 Januari 2017

Libur Telah Tiba..Mengapa Bersedih?



Menulis tentang liburan memang late post, tapi semoga pengalaman saya bisa menjadi bahan pertimbangan bagi keluarga terutama bagi emak-emak yang masih dengan senang hati berdiam diri di rumah .

Bagi sebagian besar emak-emak, mendengar kata liburan, berarti jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk berkunjung ke suatu tempat yang menyenangkan bersama suami dan anak-anak dengan segepok uang yang harus dipersiapkan dan kondisi sehat lahir batin.

Terkadang persiapan liburan melebihi liburan itu sendiri. Persiapan yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan berbulan-bulan sebelumnya.

Persiapan seperti estimasi biaya yang harus dikeluarkan memaksa suami bahkan istri wajib menambah isi kantong untuk biaya liburan. Belum lagi kondisi badan dan pikiran harus fit sehingga mengkonsumsi berbagai macam suplemen biar sehat dan kuat selama liburan. Begitu 'rempongnya' persiapan liburan dari a sampai z, bahkan membuat emak-emak sudah begidik duluan.

Saya sendiri, menjelang liburan akhir tahun juga sempat dilanda kebingungan. Karena anak-anak minta pergi berlibur sedang saya dan suami sedang kejar setoran untuk beberapa amanah yang harus diselesaikan dan memaksa kami untuk berhemat.

Sedih juga kalau melihat anak-anak hanya berdiam diri di rumah selama liburan mereka hiks. Disamping itu, malas juga saya melihat anak-anak hanya memegang gadget untuk mengisi waktu liburan mereka. Saya asli nggak mau melihat anak-anak saya begitu selesai liburan mataya bengkak memerah karena kebanyakkan memakai gadget.

Sebagai emak cerdas, cieee memuji sendiri, saya harus putar otak ke kiri ke kanan ke depan dan belakang..he he seperti senam otak. Saya ingin anak-anak saya bahagia dengan liburan mereka kali ini walaupun hanya di rumah saja.

Saya rinci apa saja kegiatan yang bisa dengan memberdayakan anak-anak. Jadi anak-anak senang dan saya pun tenang. He he bukan untuk modus KDRT lho.

Setelah penerimaan raport, segera saya kumpulkan anak-anak saya..priit ...priit. Setelah saya sampaikan bahwa liburan kali ini dengan berat hati tidak bisa pergi keluar kota, saya membeberkan rencana saya. Karena saya dan anak saya hobi makan, makahari-hari pertama liburan saya adakan semacam 'cooking class' mulai dari resep yang sederhana hingga agak berat. Bismillah semoga anak-anak senang.

Mulai dengan mengenalkan bahan-bahan makanan kepada anak-anak. Belajar menakar, belajar mengaduk, belajar 'nguleni' dan belajar membentuk.

Dan hasilnya adalah.....taraaaaaa.....





Asiiik kan?

Meski nggak murni buatan mereka, tapi anak-anak dapat ilmu baru tentang memasak. Saya arahkan mereka untuk berkreasi dengan masakan mereka, dan hasilnya sungguh di luar dugaan. Untuk beberapa hari anak-anak senang dan saya tenang.

Setelah beberapa hari acara memasak. Pagi-pagi saya dulu-duluan beraksi dengan menyodorkan   benih cabe, biji bunga adenium dan beberapa pot serta media tanaman di depan anak-anak. Daripada pagi-pagi pegang gadget, mending sebelum mandi saya biarkan mereka bercocok tanam.

Hari-hari terakhir anak-anak liburan, hari yang seharusnya mereka bahagia. Ok emak sekarang beraksi kembali.

Kali ini saya bawa anak-anak memetik buah naga di kebon teman saya. Lumayan dapat 150kg buah naga merah fresh dari pohonnya. Lumayan dari pagi sampai siang kami di kebun itu. Melihat buah naga yang merah-merah asli bikin saya dan anak saya berlomba untuk memetiknya.



Jadi emak, please jangan risau, galau, melau dikala liburan tiba dan tiada dana serta kesempatan ditangan. Masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan di rumah yang belum pernah dijamah oleh anak-anak. Ternyata jika kita memikirkan kegiatan buat anak-anak dirumah dan sekitar, seminggu liburan saja kurang jatahnya.

Tingal bagaimana kita sebagai emak bisa menjadi penyelenggara 'EO' yang cerdas bagi anak-anak kita tercintaah. Jadikan sesuatu yang biasa bagi kita tapi tidak biasa bagi anak-anak sebagai kegiatan yang menarik bagi mereka. Mencuci baju, menyapu halaman, memetik buah, dan masih banyak lagi kan.

Kegiatan yang bisa menjadi kebiasaan yang bagus bagi anak-anak. Bisa membuat anak-anak menjadi rajin dan mandiri. 


Yuuk ah di coba...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar