Selasa, 24 Januari 2017

Plagiator Antara Bangga Berasa Angin


Sedih saya, membaca beberapa keluhan temen-temen yang sedang tidak nyaman hatinya, karena apa yang mereka tulis di copy paste orang tanpa menyertakan sumber.
Bahkan ada artis yang hanya copy paste tulisan orang sehingga tulisan hebat tersebut diakui kepunyaan artis tersebut.
Duh saya bisa merasakannya. Merasakan kekesalan mereka.
Memang ada rasa gimana gitu #banggabahagia# jika tulisan kita dibaca orang banyak. Bahkan mereka minta ijin untuk memakai tulisan tersebut. Ada rasa memberikan manfaat pada orang lain yang akhirnya memotivasi kita untuk menulis kembali.
Tetapi bagaimana dengan orang yang hobi copy paste?
Waktu saya memberitahu teman saya yang meng 'copas' tulisan artis yang pada akhirnya banyak para jempolers memujinya, bahwa itu bukan tulisan artis tersebut, saya mendapat tanggapan yang mengejutkan dari teman saya lainnya.
" Kalo tulisan sudah di share berarti sudah jadi milik umum. Misalnya ada yang memakai ya nggak apa-apa, kan malah jadi manfaat. Jadi ladang amalnya yang nulis," begitu tanggapan teman saya yang berprofesi pengajar seperti saya.
Lha iya disatu sisi memang akhirnya tulisan yang baik itu bisa menjadi ladang pahala bagi yang menulisnya. Tapi kalo bisa ya kita menjadi bangsa yang agunglah. Yang menghargai hasil karya orang lain.
Menulis atau apapun pekerjaannya, membutuhkan pikiran yang memeras otak kita. Belum lagi acara pusing sebelah karena kalimat yang sumbang dibaca. Behari-hari..berjam-jam sampai di bawa ke kamar mandi memikirkan kalimat yang bisa renyah untuk dibaca. Butuh latihan yang tidak sebentar lho.
Masak tega kita nggak permisi dulu pada yang nulis. Mereka sampai tepar bikin tulisan dan kita baca tulisan mereka sambil ngeteh.
Masak ya tega kita copas tanpa kasih nama mereka. Padahal dengan tulisan mereka siap dicaci karena pembaca merasa tidak nyaman.
Helo para pla***, apa enak dapat pujian yang bukan hasil karya sendiri. Pujian yang berasa angin?. Bikin masuk angin lho.

10 komentar:

  1. duhhh, semoga tidak menimpa saya. plagiator sangat merugikan, orang berpikir keras eh dia enak2an tinggal copas.

    BalasHapus
  2. Rasanya menyakitkan ketika karya kita tidak dihargai, apalagi dicopypaste tanpa mencantumkan nama. Semoga kita lebih bijak dengan menghargai karya orang lain.

    BalasHapus
  3. Rasanya menyakitkan ketika karya kita tidak dihargai, apalagi dicopypaste tanpa mencantumkan nama. Semoga kita lebih bijak dengan menghargai karya orang lain.

    BalasHapus
  4. Pernah ngalamin juga mbak, sebel luar biasa. Kita yang berjibaku menulis sambil ngulik-ngulik buku, bukan hanya satu tetapi bisa sampai 5 hingga 10, eh datang-datang langsung copas. Tidak bilang-bilang lagi terus ngaku kalau itu tulisannya. Rasanya pingin kunyah besi de...
    Eh..maaf aku kok malah curhat sih.

    BalasHapus
  5. Plagiat, pembohongan hati nurani sendiri

    BalasHapus
  6. Butuh tolak angin para plagiat itu Mbak...bisanya cuma comot dan ngaku-ngaku..huh!

    BalasHapus
  7. Plagiat buat orang sakit hati.
    Tengelamkan he... he...

    BalasHapus
  8. Hehe, saya pernah juga nemuin orang yg bilang kalo tulisan yang udah dipublish itu milik publik. Duh, PR besar bangsa kita memang. Ingin populer dengan cara instan. Fiuh...

    BalasHapus
  9. Betuuull
    Rasanya sakit ya ketika buah pikiran kita diakui oleh orang lain.

    BalasHapus
  10. Kadang-kadang saya mah suka berfikir Mereka (plagiator) tau ngga yah menciptakan karya tulisan itu prosesnya luar biasa?, yang nulis mah sampai mikirin berhari-hari supaya tulisannya bagus eh di plagiat :(

    BalasHapus